Menyambut datangnya Tahun Baru 2026, Dewan Pimpinan Daerah LIN Provinsi Banten mengawali langkah dengan sebuah laku yang sederhana namun sarat makna: silaturahim. Bertempat di Kantor DPD LIN Banten, Ketua DPD LIN Provinsi Banten Elly Suheli Sanjaya, didampingi Sekretaris Muslih, bersama Sekretaris Jenderal DPP LIN Drs. Antoni Pane, M.M., serta Direktur PBH LIN Umar Hasan, S.H., bersua dan berbaur dengan seluruh struktur dan para pengurus DPC.
Dalam perspektif filosofis, silaturahim bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan ruang dialektika nilai—tempat akal, etika, dan tujuan kelembagaan saling menyapa. Ia adalah jembatan antara visi dan praksis, antara cita-cita organisasi dan realitas sosial yang menunggu untuk disentuh. Dalam tradisi keilmuan dan kebudayaan Nusantara, silaturahim adalah energi sosial yang memperpanjang usia gagasan dan menguatkan daya juang kolektif.

Secara akademik, organisasi yang berumur panjang bukan hanya ditopang oleh struktur formal, melainkan oleh kohesi sosial dan kesadaran misi. Pertemuan ini menegaskan bahwa LIN tidak berdiri sebagai menara gading, melainkan sebagai rumah bersama—tempat gagasan hukum, keadilan, dan kemanusiaan dirawat dengan dialog, kebersamaan, dan tanggung jawab moral.
Tahun 2026 dipahami bukan sekadar pergantian angka kalender, tetapi titik refleksi dan akselerasi. Harapan yang mengemuka adalah agar LIN semakin mampu berkontribusi nyata, hadir di tengah masyarakat dengan kerja-kerja yang membumi, solutif, dan berkeadilan. PBH LIN, struktur DPD, hingga DPC diharapkan bergerak dalam satu nafas: menjadikan hukum bukan alat kekuasaan, melainkan sarana perlindungan dan pemberdayaan.

Dengan semangat kelembagaan yang kokoh dan kesadaran pengabdian yang jernih, silaturahim ini menjadi penanda bahwa langkah LIN ke depan tidak dijalani sendiri-sendiri, melainkan bersama, searah, dan setujuan. Dari Banten, harapan itu dirajut: semoga di tahun 2026, LIN semakin hadir, semakin dirasakan, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat luas—sebagai institusi yang bekerja dengan ilmu, dijaga oleh etika, dan digerakkan oleh nurani.













