5 Mei 2026
KabarRakyatNasional.id Langkat – Sumatera Utara
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Langkat berlangsung khidmat di Lapangan Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Senin (4/5/2026). Di tengah guyuran hujan, upacara tetap digelar dengan penuh semangat nasionalisme, diikuti unsur Forkopimda, OPD, TNI/Polri, para guru, pelajar, serta tokoh masyarakat.
Bupati Langkat, Syah Afandin, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, sebuah gagasan klasik yang kembali dihidupkan di tengah kompleksitas persoalan pendidikan saat ini.
Dalam pidatonya, ditegaskan bahwa pendidikan harus dilandasi nilai kasih sayang, pembinaan, serta pengembangan potensi peserta didik, sejalan dengan konsep “asah, asih, dan asuh” yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara.
Momentum Hardiknas ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Targetnya tidak sekadar administratif, tetapi mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.

Namun, di balik seremoni yang sarat makna tersebut, pertanyaan mendasar tetap menggantung, sejauh mana komitmen itu diterjemahkan dalam realitas?
Persoalan klasik pendidikan di daerah, mulai dari keterbatasan fasilitas, ketimpangan kualitas tenaga pendidik, hingga akses pendidikan yang belum merata, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Komitmen tanpa keberanian membenahi akar persoalan hanya akan berhenti sebagai retorika tahunan.
Hardiknas semestinya bukan sekadar agenda seremonial, tetapi titik refleksi untuk menilai sejauh mana keberpihakan anggaran, kebijakan, dan keberanian politik dalam memperbaiki kualitas pendidikan secara nyata.
Di Langkat, pesan itu telah disampaikan. Tinggal satu hal yang ditunggu publik, konsistensi untuk membuktikannya.











