Beranda / Sosial / Harlah ke-6 LBH PMBI: Meneguhkan Jalan Keadilan, Merawat Nurani Hukum untuk Masyarakat

Harlah ke-6 LBH PMBI: Meneguhkan Jalan Keadilan, Merawat Nurani Hukum untuk Masyarakat

Kabupaten Tangerang,
7 Juni 2026 — Dalam suasana penuh khidmat dan semangat pengabdian, Lembaga Bantuan Hukum Pengawal Masyarakat Banten Indonesia (LBH PMBI) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-6 yang diselenggarakan di Villa Rajeg, Jalan Lurah Thamrin, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Minggu (07/06/2026). Momentum bersejarah ini menjadi ruang refleksi sekaligus peneguhan komitmen dalam memperjuangkan supremasi hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum LBH PMBI, H. Darman Sumantri, S.H., M.H., beserta jajaran pengurus, para paralegal, tokoh masyarakat, dan tamu undangan dari berbagai daerah tersebut mengusung semangat besar untuk memperkuat peran bantuan hukum sebagai instrumen perlindungan hak-hak warga negara.

Dalam pandangan filosofisnya, H. Darman Sumantri menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti sebagai kumpulan norma yang tertulis dalam lembaran negara, melainkan harus hidup di tengah masyarakat sebagai cahaya yang menerangi jalan keadilan.

“Hukum yang sejati bukan sekadar perangkat aturan, tetapi manifestasi nilai kemanusiaan yang menjunjung martabat setiap insan. Keadilan bukanlah kemewahan bagi mereka yang kuat, melainkan hak fundamental yang harus dapat dijangkau oleh setiap warga tanpa memandang status sosial, ekonomi, maupun latar belakangnya,” ujarnya.

Peringatan Harlah ke-6 LBH PMBI menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi. Ia hadir sebagai momentum intelektual dan moral untuk mengingat kembali bahwa keadilan merupakan fondasi utama tegaknya peradaban. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, peran paralegal dan pendamping hukum menjadi garda terdepan dalam menjembatani akses masyarakat terhadap perlindungan hukum yang berkeadilan.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan hukum harus berakar pada nilai empati, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat pencari keadilan. Sebab pada hakikatnya, hukum yang besar bukanlah hukum yang menakutkan, melainkan hukum yang mampu menghadirkan rasa aman, kepastian, dan kemanfaatan bagi rakyat.

Melalui usia yang ke-6 tahun, LBH PMBI meneguhkan tekad untuk terus menjadi pengawal hak-hak masyarakat, memperluas edukasi hukum, meningkatkan kapasitas paralegal, serta membangun budaya hukum yang berlandaskan pada nilai-nilai keadilan substantif. Sebuah ikhtiar mulia untuk memastikan bahwa hukum tidak hanya tegak di ruang sidang, tetapi juga hidup dalam denyut kehidupan masyarakat.

Dengan semangat “Bersama Rakyat untuk Keadilan dan Kesetaraan”, Harlah ke-6 LBH PMBI menjadi simbol bahwa perjuangan menegakkan hukum adalah perjalanan panjang yang memerlukan keberanian, kebijaksanaan, dan ketulusan. Sebab sejatinya, ketika keadilan hadir di tengah masyarakat, maka di sanalah hukum menemukan kehormatannya, dan negara menemukan makna pengabdiannya kepada rakyat.

“Fiat Justitia Ruat Caelum” — Tegakkan Keadilan Walau Langit Akan Runtuh. Sebuah pesan yang terus hidup dalam langkah pengabdian LBH PMBI untuk Indonesia yang lebih berkeadilan dan bermartabat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *