Beranda / Nasional / Sumatera Utara / Tepung Tawari 398 Calhaj Langkat, Bupati Syah Afandin Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan

Tepung Tawari 398 Calhaj Langkat, Bupati Syah Afandin Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan

16 April 2026
KabarRakyatNasional.id Langkat – Sumatera Utara

Pemerintah Kabupaten Langkat menunjukkan komitmen moral dan spiritual dalam pelepasan jemaah haji tahun 2026. Sebanyak 398 calon jemaah haji (calhaj) mengikuti prosesi tepung tawar yang berlangsung khidmat di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Rabu (15/4/2026), sebagai bentuk doa dan restu sebelum menunaikan rukun Islam kelima.

Bupati Langkat, Syah Afandin, dalam arahannya menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima.

“Jaga kesehatan, karena ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik agar seluruh rangkaian ibadah dapat ditunaikan dengan baik dan tuntas,” pesannya.

Selain kesehatan, Bupati juga mengingatkan pentingnya keikhlasan sebagai fondasi utama dalam menjalankan ibadah haji. Ia menilai, keikhlasan akan menjadi penuntun bagi jemaah dalam menghadapi berbagai tantangan selama di Tanah Suci.

Jumlah calhaj Langkat tahun ini tercatat sebanyak 398 orang, yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 2 menjadi rombongan terbesar dengan 353 jemaah, sementara sisanya tergabung dalam Kloter 4 bersama daerah lain di Sumatera Utara.

Pemberangkatan dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap. Kloter 2 akan diberangkatkan pada 22 April 2026 dari Alun-alun T. Amir Hamzah Stabat, sedangkan Kloter 4 menyusul pada 24 April 2026 dari Rumah Dinas Bupati Langkat.

Suasana acara berlangsung haru dan penuh kekhidmatan. Kehadiran unsur Forkopimda, tokoh agama, serta keluarga jemaah menjadi bukti kuat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan personal, tetapi juga peristiwa sosial yang sarat dukungan kolektif.

Di tengah seremoni tradisi tepung tawar, terselip pesan yang lebih dalam, bahwa pelayanan publik tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan dan spiritual masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *