Beranda / Pendidikan / WORKSHOP KURIKULUM BERBASIS CINTA IGRA KOTA TANGERANG TEKANKAN IMPLEMENTASI SDGs 4 DAN DEEP LEARNING

WORKSHOP KURIKULUM BERBASIS CINTA IGRA KOTA TANGERANG TEKANKAN IMPLEMENTASI SDGs 4 DAN DEEP LEARNING

KOTA TANGERANG — Pimpinan Daerah IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kota Tangerang menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta selama dua hari, Senin–Selasa, 18–19 Mei 2026, bertempat di Aula RA Raudhatul Iman, Kota Tangerang. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan menghadirkan narasumber Dr. Irawan, M.Pd., dan Drs. Deni Hermawan, M.Pd.

Workshop ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari 14 Ketua Cabang Kecamatan IGRA, 14 perwakilan Bidang Pendidikan, serta 16 Pengurus Daerah IGRA Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas guru Raudhatul Athfal dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang selaras dengan konsep deep learning dan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus berangkat dari tujuan besar SDGs, kemudian diterjemahkan ke dalam Artificial Intelligence (AI), hingga akhirnya diimplementasikan dalam penyusunan KBC pada satuan pendidikan RA. Konsep tersebut menjadi landasan dalam menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik masa kini.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pembentukan budi pekerti, jati diri anak, serta penerapan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang terintegrasi dengan pendekatan AI secara teoritis maupun praktis. Pendekatan filosofis pembelajaran menjadi salah satu fokus utama agar guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Workshop ini turut mengacu pada dasar hukum pendidikan nasional, di antaranya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, implementasi Kurikulum Merdeka, ditetapkan secara resmi melalui SK dirjen pendidikan Islam Nomor 6077 tahun 2025 serta KMA Nomor 1503 tahun 2025 Kurikulum Berbasis Cinta. Para peserta dibimbing secara langsung untuk mampu menyusun tujuan pembelajaran serta membuat modul Kurikulum Berbasis Cinta yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lembaga RA.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, menyusun rancangan pembelajaran, hingga praktik membuat modul pembelajaran berbasis cinta yang relevan dengan perkembangan zaman namun tetap mengedepankan nilai-nilai karakter dan spiritualitas anak usia dini.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan harapannya agar workshop ini mampu menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan RA di Kota Tangerang. Dengan pemahaman yang komprehensif tentang Kurikulum Berbasis Cinta, para guru diharapkan dapat menghadirkan proses pembelajaran yang lebih humanis, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sejak usia dini.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *