Tangerang — Pengurus Cabang Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PC IGRA) Kecamatan Karawaci, Tangerang
menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-2 Tahun 2026 pada Rabu (11/2/2026) di Aula MT Darul Irfan, Kecamatan Karawaci. Kegiatan ini mengusung tema “Satukan Visi, Satukan Misi, Satukan Aksi untuk Maju Bersama.”
Rakercab dibuka langsung oleh Pengawas RA Kecamatan Karawaci, Eti Resnawati, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan Raudhatul Athfal (RA) menjadi kunci penting di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan informasi yang semakin kompleks.
“Persaingan pendidikan hari ini tidak lagi hanya bertumpu pada sains dan teknologi. Tantangan terbesar justru terletak pada pudarnya nilai-nilai religiusitas dan karakter,” ujarnya.
Menurut Eti, RA memiliki peran strategis dalam membekali anak usia dini dengan nilai-nilai agama Islam yang bukan sekadar menjadi filter, melainkan juga menjadi penentu arah dan penjaga moral di tengah gelombang perubahan yang begitu cepat.
Ketua PC IGRA Kecamatan Karawaci, Mawaddah, S.Pd.I., dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya Rakercab sebagai momentum konsolidasi dan evaluasi organisasi. Ia menyampaikan bahwa rapat kerja tidak hanya dimaksudkan untuk mengevaluasi program selama satu tahun terakhir, tetapi juga memastikan program yang belum maupun sedang berjalan dapat dimaksimalkan.
“Visi dan misi tidak boleh berhenti sebagai jargon. Seluruh RA di Kecamatan Karawaci harus memahami dan menjadikannya sebagai tolok ukur keberhasilan program kerja,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya realisasi nilai-nilai Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) secara nyata dalam praktik pembelajaran di setiap satuan pendidikan RA.
Hal senada disampaikan Ketua PD IGRA Kota Tangerang, Dra. Hj. Azizah, MM. Ia menyatakan bahwa RA tidak sekadar menjadi penyelenggara pendidikan, melainkan harus tampil sebagai katalisator perubahan sosial sekaligus pengontrol moral di tengah masyarakat.
“RA harus menjadi agent of social change and moral control. Bahkan lebih dari itu, menjadi formating force atau kekuatan penyeimbang bagi generasi Alpha dan generasi Beta,” ungkapnya.
Dalam Rakercab tersebut juga dibahas pergeseran paradigma pendidikan anak usia dini yang kini memasuki era integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kombinasi antara RA (PIAUD), AI, dan generasi Alpha dinilai sebagai tantangan sekaligus peluang besar.
Generasi Alpha disebut sebagai generasi digital native pertama yang tumbuh berdampingan dengan AI, sehingga teknologi menjadi bagian integral dari keseharian dan proses pembelajaran mereka.
Bidang Informasi dan Komunikasi (Inkom) PD IGRA Kota Tangerang menyampaikan bahwa guru RA perlu memanfaatkan AI untuk menciptakan materi ajar yang kreatif, menarik, dan sesuai usia dengan lebih cepat dan efektif. Adaptasi teknologi melalui pelatihan guru dalam pemanfaatan AI dinilai menjadi kunci agar pendidikan RA tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Rakercab II PC IGRA Kecamatan Karawaci ini diharapkan menjadi tonggak penguatan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islam yang adaptif terhadap teknologi, namun tetap kokoh dalam menjaga moral dan karakter generasi masa depan.













