26 Januari 2026
KabarRakyatNasional.id – Langkat, Sumatera Utara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Langkat kembali menegaskan keberpihakannya kepada kaum mustahik melalui aksi nyata. Senin (26/1/2026), BAZNAS Langkat melaksanakan Program Bedah Rumah bagi Suari Suwandi, warga kurang mampu yang tinggal di Dusun 10, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.
Program ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kehadiran moral dan spiritual lembaga zakat di tengah masyarakat. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini direhabilitasi agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Wakil Ketua II BAZNAS Langkat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Rismandianto Karo Karo, MM, menegaskan bahwa program bedah dan rehabilitasi rumah merupakan bagian dari prioritas pendistribusian zakat.
“Program bedah rumah dan rehab rumah bagi warga tidak mampu adalah bentuk nyata amanah zakat yang kami kelola. Momentum ini juga kami kaitkan dengan Hari Lahir (HARLAH) BAZNAS ke-25 pada 17 Januari, sebagai refleksi bahwa selama seperempat abad BAZNAS terus berupaya hadir untuk umat,” ujarnya.

Menurut Rismandianto, zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai jalan membangun harapan, menjaga martabat, dan memperkuat keadilan sosial. Rumah yang layak, katanya, adalah hak dasar setiap manusia, dan ketika negara belum sepenuhnya menjangkau, maka zakat harus tampil sebagai jembatan kasih sayang.
Apresiasi disampaikan oleh Camat Gebang, Syofyan Tarigan, S.Sos, M.AP. Ia menilai program BAZNAS Langkat sangat membantu pemerintah kecamatan dalam menjawab persoalan sosial masyarakat.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada BAZNAS Langkat yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada warga kami. Program bedah rumah ini sangat berarti, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Semoga kolaborasi seperti ini terus diperkuat demi kesejahteraan warga,” ungkap Syofyan.
Program tersebut disambut haru oleh warga sekitar. Bedah rumah ini menjadi penanda bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada tangan-tangan kepedulian yang bekerja dalam senyap, menyalakan kembali cahaya harapan bagi mereka yang nyaris kehilangan daya.
Di usia ke-25 tahun, BAZNAS tidak sekadar merayakan perjalanan kelembagaan, tetapi kembali menegaskan jati dirinya, mengabdi, memuliakan manusia, dan merawat kemanusiaan melalui zakat.













