Home / Nasional / Merawat Empati di Bakti Sosial Yayasan Nurul Kencana Reksa Tanjung Pasir

Merawat Empati di Bakti Sosial Yayasan Nurul Kencana Reksa Tanjung Pasir

Kabar Rakyat Nasional – Kabupaten Tangerang

Di bentang Pantai Utara yang akrab dengan denyut kehidupan nelayan, hembusan angin asin laut, serta solidaritas komunal yang lahir dari kerasnya perjuangan hidup pesisir, Yayasan Nurul Kencana Reksa kembali menegaskan makna kemanusiaan melalui kegiatan Bakti Sosial yang dilaksanakan pada Minggu, 24 Januari 2025, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertempat di Desa Tanjung Pasir RT 003/005, Kabupaten Tangerang.

Bakti sosial tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Nurul Kencana Reksa, Suharyono, Sekretaris Elisnawati Fajrin, Bendahara Agus Sunaryo, aktivis pendidikan Drs. Deni Hermawan, M.Sc., serta Wakil Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Pojok Kesetaraan Masyarakat, Bedi Budiman, S.H., bersama seluruh jajaran pengurus yayasan. Kehadiran tokoh masyarakat setempat dan warga pesisir Tanjung Pasir semakin menguatkan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna.

Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Nurul Kencana Reksa menyalurkan 100 paket sembako dan nasi siap saji kepada warga. Namun, bakti sosial ini tidak berhenti pada dimensi distribusi logistik semata. Ia membawa pesan yang lebih mendalam: merawat empati sebagai fondasi persaudaraan sosial dan kemanusiaan.

Secara filosofis, kegiatan ini mencerminkan pandangan bahwa manusia tidak hidup dalam ruang hampa individualisme, melainkan dalam jejaring relasi sosial yang saling menopang. Dalam perspektif akademik, empati sosial merupakan bagian dari social capital—modal kultural yang menjaga kohesi masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang sejak lama bergulat dengan tantangan ekonomi, ekologis, dan sosial secara bersamaan.

Pantai Utara bukan sekadar garis geografis, melainkan ruang budaya yang sarat nilai. Di sana hidup etos gotong royong yang lahir dari kesadaran kolektif bahwa laut mengajarkan kebersamaan: satu jaring ditarik bersama, satu perahu dijaga bersama. Nilai-nilai inilah yang dihidupkan kembali oleh Yayasan Nurul Kencana Reksa—bahwa solidaritas bukan konsep abstrak, melainkan tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Ketua Yayasan, Suharyono, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan atas dasar persaudaraan, tanpa sekat dan tanpa perbedaan. Ia merupakan wujud tanggung jawab moral dan sosial yayasan terhadap masyarakat sekitar. Menurutnya, empati bukan sekadar rasa iba, melainkan kesediaan untuk hadir, mendengar, dan berbagi di tengah masyarakat.

Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Senyum, sapa, dan ungkapan syukur yang terpancar menjadi penanda bahwa kehadiran yayasan diterima bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat pesisir Tanjung Pasir.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Nurul Kencana Reksa kembali menunjukkan bahwa pembangunan sosial tidak selalu bermula dari program besar dan wacana panjang, melainkan dari tindakan sederhana yang jujur, selaras dengan nilai budaya lokal, dan berakar pada kesadaran kemanusiaan yang universal.

Di Pantai Utara, di antara debur ombak dan pasir yang tak pernah diam, empati kembali menemukan rumahnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *