(Refleksi Diri, Kebersamaan, dan Spirit Religius)
19 Januari 2026
KabarRakyatNasional.id. Langkat – Sumatera Utara
Sore yang merangkum dua momen penting tersaji di Alun-Alun T. Amir Hamzah pada Jumat, 16 Januari 2026. Ribuan warga tumpah ruah memadati tempat itu, tak sekadar memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-276, tetapi juga menyelami puluhan menit tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Das’ad Latif, sebuah pengalaman spiritual yang sarat makna dalam nuansa kebersamaan dan refleksi diri.
Suasana sore berubah menjadi sakral ketika jamaah dari berbagai kecamatan berkumpul bersama keluarga dan masyarakat. Suasana teduh menyelimuti alun-alun saat jamaah menyimak pesan keagamaan yang tak hanya niscaya untuk kehidupan individual, tetapi juga untuk kehidupan bermasyarakat. Interaksi itu mencerminkan solidaritas sosial yang kuat di Kabupaten Langkat di tengah dinamika kehidupan yang terus berubah.
Peringatan hari jadi kali ini mendapatkan “rasa religius” yang lebih dalam karena sekaligus bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah. Pesan yang disampaikan dalam tausiyah mengajak jamaah untuk merenungkan makna hidup dan memperkuat hubungan vertikal dengan Tuhan serta horizontal dengan sesama manusia.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Das’ad Latif bukan hanya berbicara tentang agama sebagai ritual formal, tetapi lebih jauh lagi mengajak jamaah memperhatikan kualitas amal dan hubungan antar-sesama. Ia menekankan bahwa manusia tak terlepas dari dosa, dan tugas setiap insan adalah memperbanyak kebaikan serta saling mengingatkan dalam keutamaan. Tausiyah ini membuat jamaah terdorong untuk tidak hanya mencari keberkahan batin, tetapi juga untuk membawa nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari.
Yang menarik, pesan tausiyah tidak hanya menyentuh aspek spiritual personal, tetapi juga menggema ke ranah sosial dan kepemimpinan. Ustaz Das’ad mengajak para pemimpin di daerah untuk memikirkan kebijakan dan keputusan yang benar-benar berpihak pada rakyat, sebuah ajakan moral yang relevan di tengah upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Tak hanya menjadi ajang peringatan tahunan, kegiatan ini bermetamorfosis menjadi ruang refleksi, pengingat akan nilai-nilai luhur, sekaligus penghubung antar elemen masyarakat. Sore itu, Alun-Alun T. Amir Hamzah menjadi lebih dari sekadar tempat berkumpul, ia menjadi wadah bagi ribuan insan untuk saling berbagi inspirasi dan harapan dalam menyongsong masa depan daerah yang lebih baik.













