Home / Sukanagara / Akses Jalan Utama Penghubung Sukanagara–Takokak–Sukabumi Kembali Terhambat Akibat Banjir Lumpur

Akses Jalan Utama Penghubung Sukanagara–Takokak–Sukabumi Kembali Terhambat Akibat Banjir Lumpur

Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur

Jalan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Sukanagara dengan Kecamatan Takokak serta jalur menuju Sukabumi kembali mengalami gangguan serius akibat banjir lumpur yang dipicu oleh buruknya sistem drainase dari wilayah atas. Setiap kali hujan turun, aliran air bercampur lumpur selalu mengalir ke badan jalan, menyebabkan kondisi licin, berbahaya, dan menghambat arus lalu lintas.

Peristiwa terbaru terjadi hari ini, Kamis, 25 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, berlokasi di Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara. Salah satu warga, Asep Rusman, yang kebetulan melintas, mengalami keterlambatan perjalanan cukup signifikan. Jika biasanya waktu tempuh hanya sekitar satu jam antara Sukanagara dan Desa Sindangsari, pada malam kejadian perjalanan terhambat hingga sekitar dua jam, meskipun titik longsor hanya sekitar ±20 meter.

Secara teknis, kejadian ini berlangsung saat hujan deras mengguyur wilayah atas, sementara saluran drainase tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air hujan bercampur material tanah dan lumpur langsung mengalir ke badan jalan. Endapan lumpur tersebut menutup sebagian permukaan jalan dan saluran air, sehingga aliran meluap dan melemahkan struktur bahu jalan.

Kondisi ini memicu longsoran kecil sepanjang kurang lebih ±20 meter, serta menjadikan permukaan jalan sangat licin dan membahayakan pengguna jalan. Arus lalu lintas melambat karena kendaraan harus melintas secara bergantian dan ekstra hati-hati, yang berdampak pada meningkatnya waktu tempuh perjalanan hingga dua kali lipat dari kondisi normal.

Pada saat kejadian, petugas dari PU Kecamatan Sukanagara sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal berupa pembersihan material lumpur dan pembukaan akses darurat. Namun, peristiwa ini bukan kejadian tunggal. Sebelumnya, pada Selasa, 23 Desember 2025 pukul 15.06 WIB, kejadian serupa juga terjadi di titik yang sama.

Artinya, dalam satu minggu sudah dua kali terjadi banjir lumpur dan longsoran kecil dengan penyebab yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan semata-mata longsor, melainkan sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, sehingga aliran air dari wilayah atas langsung mengarah ke badan jalan tanpa pengendalian. Selama akar masalah ini tidak ditangani secara permanen, kejadian serupa dipastikan akan terus berulang, terutama saat curah hujan tinggi.

Perlu Koordinasi Terstruktur dan Solusi Jangka Panjang

Situasi ini menuntut koordinasi terstruktur dan berkelanjutan antara:

PU/Tata Ruang sebagai penanggung jawab teknis infrastruktur dan drainase,

PT Lamteh sebagai pihak terkait aktivitas wilayah atau lahan di sekitar jalur tersebut (jika bersinggungan langsung),

Aparatur Desa Ciguha sebagai pihak yang paling memahami kondisi lapangan dan dampak sosialnya.

Solusi terbaik yang perlu dipertimbangkan tidak hanya bersifat darurat, tetapi penanganan permanen, antara lain:

1.Normalisasi dan rekayasa ulang drainase dari wilayah atas agar aliran air tidak langsung menuju badan jalan.

2.Pembuatan saluran penangkap lumpur (sediment trap) sebelum air masuk ke jalur utama.

3.Penguatan tebing dan bahu jalan pada titik rawan longsor.

4.Pembagian peran yang jelas antara instansi teknis, pihak perusahaan, dan pemerintah desa.

5.Monitoring rutin selama musim hujan, bukan hanya saat kejadian.

Akses jalan ini merupakan urat nadi mobilitas warga antar kecamatan dan jalur strategis menuju Sukabumi. Oleh karena itu, penanganan setengah-setengah hanya akan memperpanjang masalah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa berulang ini seharusnya menjadi peringatan bersama bahwa selalu ada jalan keluar, asalkan penyelesaian dilakukan dengan keseriusan, koordinasi, dan keberanian mengambil solusi jangka panjang, bukan sekadar tambal sulam.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *