Cianjur — Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kabupaten Cianjur menegaskan komitmennya untuk mengembangkan program entrepreneurship sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid PAUD-Dikmas, Jajang Sutisna, dalam pemaparan arah kebijakan pendidikan masyarakat tahun 2025.
Jajang menjelaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengembangkan kemampuan kognitif, tetapi harus mampu menumbuhkan daya hidup atau vitalitas sosial yang membuat peserta didik, pendidik, dan komunitas mampu mandiri dan kreatif. Karena itu, entrepreneurship dipandang sebagai pendekatan strategis untuk membangun keberanian berinisiatif, ketangguhan menghadapi tantangan, serta kemampuan membaca peluang.
Menurutnya, inisiatif entrepreneurship di PAUD-Dikmas Cianjur berlandaskan pada tiga pilar utama: pemberdayaan, konektivitas, dan keberlanjutan. Pemberdayaan dilakukan dengan memperkuat kecakapan hidup pendidik dan peserta didik melalui pendidikan nilai. Konektivitas dibangun melalui kemitraan dengan pemerintah desa, UMKM, komunitas kreatif, dan dunia usaha. Adapun keberlanjutan menekankan bahwa program harus berjalan jangka panjang dan berorientasi pada pembentukan karakter produktif.

Dalam pelaksanaannya, beberapa langkah strategis telah disiapkan, termasuk pengembangan kurikulum entrepreneurship berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, pendirian Rumah Kreatif PAUD-Dikmas, kolaborasi dengan UMKM dan desa, festival karya anak, serta supervisi pendampingan yang humanis.
Jajang Sutisna menuturkan bahwa pendidikan harus menjadi ruang pemberdayaan, bukan sekadar transmisi pengetahuan. “Pendidikan harus menyalakan cahaya kesadaran. Entrepreneurship menjadi salah satu cara agar masyarakat mampu berdiri mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat memperkuat karakter, kreativitas, dan kemandirian masyarakat Cianjur sejak usia dini serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan masa depan.












