27 Februari 2026
KabarRakyatNasional.id Langkat – Sumatera Utara
Suasana dini hari di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, biasanya tenang. Namun Kamis (26/2/2026) sekitar dini hari, ketenangan itu berubah ketika personel Marinir TNI AL menggerebek sebuah rumah di Lingkungan IX, Kelurahan Beras Basah.
Dari penggerebekan tersebut, dua pemuda yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika berhasil diamankan. Keduanya berinisial M (22) dan TAS (20).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, personel Marinir awalnya mencurigai aktivitas tidak biasa di rumah tersebut. Gerak-gerik penghuni rumah dianggap mencurigakan sehingga petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kecurigaan itu terbukti. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas narkotika.
Di lokasi, petugas menemukan lima bungkus plastik klip berisi kristal putih diduga sabu dengan berat bruto sekitar 4,92 gram. Selain itu, turut diamankan timbangan elektrik, plastik klip kosong, alat hisap sabu (bong) lengkap dengan kaca pirek, dua unit telepon genggam, serta uang tunai lebih dari Rp1,7 juta.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan buku catatan dan beberapa tas yang diduga digunakan untuk menyimpan barang-barang tersebut.
Kedua pemuda itu tidak dapat mengelak ketika barang bukti ditemukan. Mereka kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sekitar pukul 09.00 WIB, kedua terduga pelaku bersama seluruh barang bukti diserahkan ke penyidik Polres Langkat, tepatnya di Satuan Reserse Narkoba, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengapresiasi langkah cepat personel Marinir yang membantu mengungkap dugaan penyalahgunaan narkotika tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mendalami kasus ini untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran narkoba yang lebih luas.
“Kasus ini akan kami kembangkan untuk mengetahui dari mana asal barang tersebut dan apakah ada jaringan lain yang terlibat,” ujarnya.
Pengungkapan ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir seperti Pangkalan Susu masih rentan menjadi jalur peredaran narkotika. Aparat berharap peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi agar peredaran narkoba dapat ditekan.
Perang melawan narkoba, sekali lagi, menunjukkan bahwa kewaspadaan tidak boleh pernah lengah. Bahkan di sudut-sudut permukiman yang tampak biasa, ancaman itu bisa saja bersembunyi.












