Senja di depan Kantor Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pukul 17.00 WIB, terasa berbeda. Di tengah lalu lalang pengendara dan aktivitas warga yang mulai bersiap berbuka puasa, Partai Gerakan Rakyat (PGR) hadir membawa pesan sederhana namun bermakna: berbagi.
Sebanyak 500 paket ta’jil dan 500 botol air mineral dibagikan kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas. Tidak sekadar makanan pembuka puasa, tetapi simbol kepedulian dan kedekatan. Politik, pada momen itu, tidak tampil dalam wajah wacana dan retorika, melainkan dalam tindakan nyata.
Turut hadir Ketua PAC Cileduk Bapak Mulyadi, Ketua PAC Cipondoh, jajaran pengurus lainnya, serta Sekretaris Umum (Sekum) DPD Kota Tangerang, Bapak Dadan. Kehadiran mereka bukan hanya formalitas organisasi, tetapi menjadi bagian dari interaksi langsung dengan masyarakat—menyapa, tersenyum, dan menyerahkan ta’jil dengan tangan terbuka.
Seorang warga yang menerima paket tersebut mengucapkan doa singkat, “Semoga membawa berkah.” Kalimat sederhana itu mengandung makna mendalam: bahwa masyarakat tidak hanya melihat isi bingkisan, tetapi niat yang menyertainya.

Ketua PAC Pinang, M. Sholeh, menyampaikan harapan agar Partai Gerakan Rakyat semakin merakyat dan semakin dicintai rakyat Indonesia. Pernyataan itu bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari sebuah cita-cita—bahwa partai politik seharusnya tumbuh dari denyut nadi rakyat, bukan hanya dari panggung kekuasaan.
Momentum berbagi ini juga bertepatan dengan peringatan satu tahun berdirinya PGR. Satu tahun adalah usia awal dalam perjalanan organisasi, tetapi langkah kecil yang konsisten dalam ruang sosial sering kali lebih bermakna daripada janji besar tanpa tindakan.
Di senja Pinang itu, publik menyaksikan satu hal penting: bahwa politik bisa hadir dalam bentuk empati. Dan ketika politik menyentuh rakyat dengan kehangatan, maka kepercayaan pun tumbuh perlahan.
Karena pada akhirnya, kekuatan sejati bukan hanya tentang seberapa besar kekuasaan diraih, tetapi seberapa tulus kebermanfaatan dibagikan.













