Home / Pendidikan / PD IGRA Kota Tangerang Berbagi untuk Negeri

PD IGRA Kota Tangerang Berbagi untuk Negeri

Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal Kota Tangerang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana longsor di Desa Paloh Raya, Kecamatan Muarabatu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Bantuan tersebut diserahkan melalui Atsaamenah Sumatera Peduli sebagai wujud empati dan tanggung jawab kemanusiaan sebagai sesama warga bangsa.

Tragedi banjir bandang yang disertai longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi duka mendalam, bukan hanya bagi masyarakat di tiga provinsi tersebut, tetapi bagi seluruh rakyat Indonesia. Rangkaian bencana besar yang terjadi pada 25–30 November 2025 dalam beberapa gelombang—dipicu hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar—menyisakan luka panjang. Banjir susulan yang masih terjadi hingga awal 2026, seperti di Tapanuli Tengah pada 16 Februari 2026, menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi bukan sekadar peristiwa sesaat, melainkan peringatan berulang tentang relasi manusia dan alam.

Menurut Ketua PD IGRA Kota Tangerang, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa nilainya, namun diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang sedang tertimpa musibah. “Ini adalah bentuk sense of crisis dan sense of responsibility kami sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Ibarat satu tubuh, ketika satu bagian sakit, seluruh tubuh ikut merasakan,” ungkapnya.

Berbagi dalam Kesulitan: Wajah Kemanusiaan yang Sejati

Dalam sejarah bangsa, setiap bencana selalu menghadirkan dua wajah: wajah duka dan wajah solidaritas. Di tengah reruntuhan, kita sering menemukan sesuatu yang tak kalah besar dari musibah itu sendiri—yakni kemuliaan hati manusia.

Berbagi di saat lapang adalah kebaikan. Namun berbagi di saat sulit adalah kemuliaan. Ia bukan sekadar perpindahan materi, melainkan pertemuan rasa. Ketika satu daerah dilanda banjir dan longsor, sejatinya yang diuji bukan hanya kekuatan tanggul dan lereng gunung, tetapi juga kekuatan nurani kita sebagai bangsa.

Solidaritas sosial adalah fondasi tak tertulis dari negara ini. Ia tidak tercantum dalam undang-undang secara eksplisit, namun hidup dalam denyut Pancasila dan semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa. Dalam konteks inilah, langkah PD IGRA Kota Tangerang bukan hanya tindakan sosial, tetapi juga pernyataan moral—bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan menjelma dalam aksi nyata kepedulian.

Bencana mengajarkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar berdiri sendiri. Kita terhubung oleh tanah yang sama, udara yang sama, dan takdir kebangsaan yang sama. Saat satu wilayah terendam, sejatinya seluruh bangsa sedang diuji kepekaannya. Dan saat tangan-tangan saling terulur, di situlah Indonesia menemukan makna terdalamnya.

Lebih jauh, tragedi ini kembali mengingatkan bahwa menjaga alam adalah menjaga kehidupan. Longsor dan banjir bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga cermin dari bagaimana manusia memperlakukan bumi. Solidaritas kemanusiaan harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis. Berbagi bantuan hari ini penting, namun merawat lingkungan untuk mencegah bencana esok hari adalah tanggung jawab bersama.

PD IGRA Kota Tangerang telah menunjukkan bahwa empati bukan sekadar kata, melainkan gerak. Dan di tengah duka yang melanda, harapan selalu menemukan jalannya melalui tangan-tangan yang peduli.

Semoga bantuan sederhana ini membawa manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar kolektif bangsa untuk bangkit, saling menguatkan, dan terus menjaga Indonesia sebagai rumah bersama.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *