Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (PD IGRA) Kota Tangerang menyelenggarakan Gebyar Kreativitas Anak RA Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026 pada Minggu, 9 Februari 2026, bertempat di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin PD IGRA Kota Tangerang. Namun, bagi kepengurusan PD IGRA Kota Tangerang di bawah kepemimpinan Ibu Dra. Hj. Azizah, MM, kegiatan ini menjadi pelaksanaan kedua pada masa kepengurusannya.
Gebyar Kreativitas Anak RA Kota Tangerang tahun ini mengusung tema “Menumbuhkan Kecintaan, Kekompakan, dan Kebersamaan Sejak Dini”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 340 Raudlatul Athfal (RA) se-Kota Tangerang dengan jumlah peserta mencapai 7.000 anak RA.
Ketua PD IGRA Kota Tangerang, Ibu Dra. Hj. Azizah, MM, menjelaskan bahwa cabang lomba dalam kegiatan ini terbagi ke dalam tiga bidang utama.

Pertama, bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) yang meliputi lomba puitisasi Al-Qur’an, hafalan doa-doa harian, serta gerakan salat.
Kedua, bidang olahraga, meliputi lomba lari estafet, lomba gerak jalan, dan lomba drumband.
Ketiga, bidang seni, yang mencakup lomba menari, menyanyi bersama, dan lomba mewarnai.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi penguatan motorik halus dan motorik kasar anak usia dini, sekaligus mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Yang paling penting, menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter anak melalui penanaman nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
“Intinya, inilah perwujudan nyata Kurikulum Merdeka dalam bentuk kurikulum berbasis cinta bagi anak-anak RA,” ujarnya.

Kegiatan Gebyar Kreativitas Anak RA ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, H. Iin Sholihin, S.Ag., M.Pd, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ketua Pokjawas, seluruh pengawas RA se-Kota Tangerang, Majelis Hikmah IGRA Kota Tangerang, serta mitra organisasi dari PD IGRA Kabupaten Tangerang dan PD IGRA Kota Tangerang Selatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan gebyar ini tidak hanya mendidik anak sejak usia dini, tetapi juga menggali bakat dan potensi anak secara lebih dini.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia RA merupakan modal utama dalam membentuk karakter anak, khususnya pada fase awal pertumbuhan dan perkembangan.
“Ini adalah model dan contoh nyata kurikulum berbasis cinta yang dicanangkan oleh Kementerian Agama sebagai ruh dan muatan terdalam dari Kurikulum Merdeka,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Etin Sugihartini, S.Pd, selaku Ketua Panitia Pelaksana. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahun, bahkan akan dikembangkan baik dari segi jenis maupun ragam lomba, agar semakin memberikan ruang luas bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitasnya.
“Pengembangan kegiatan akan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman dan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ke depan, panitia juga merencanakan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan kegiatan, seiring dengan karakter anak usia dini yang saat ini hidup di era Generasi Alpha (Gen Alpha) dan Generasi Beta (Gen Beta).













