28 Januari 2026
KabarRakyatNasional.id Langkat – Sumatera Utara
Suasana Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Senin 26/1/2026, dipenuhi semangat para penggerak kesehatan dan pembangunan keluarga. Mereka hadir dalam Workshop Integrasi Data Rujukan dan Komunikasi Antar Personal Program Sehati Bunda, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti. Acara ini menjadi salah satu langkah awal memperkuat sistem layanan kesehatan ibu, bayi, dan keluarga di daerah yang telah ditetapkan sebagai pilot project pelaksanaan program ini di Indonesia.
Sebanyak 123 peserta berasal dari berbagai latar, perangkat daerah terkait, bidang gizi MBG, TP PKK di tingkat kabupaten maupun desa, camat, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), serta Kader Rumah DataKu dari Kecamatan Wampu dan Secanggang. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen lintas sektor untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terkoordinasi di tengah kompleksitas tantangan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tiorita menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Cipta dan Population Service International (PSI) atas dukungan nyata mereka dalam pelaksanaan program. Menurut Tiorita, kolaborasi ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta memperkuat pemberdayaan keluarga secara menyeluruh.
“Workshop ini merupakan langkah awal yang penting agar Tim Pendamping Keluarga (TPK) bekerja lebih terstruktur, terencana, dan optimal. Dinas PPKB dan PPA sebagai leading sector, bersama Dinas Kesehatan, diharapkan dapat memastikan ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan informasi serta layanan terbaik,” ujar Wakil Bupati.
Materi utama workshop ini menitikberatkan pada integrasi data rujukan dan komunikasi antar personal yang efektif sebagai fondasi untuk memperkuat layanan di tingkat komunitas. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pencatatan data kesehatan, tetapi juga diharapkan mempercepat respons terhadap kebutuhan riil di lapangan.
Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara menggarisbawahi bahwa tantangan pembangunan keluarga tidak pernah berhenti meskipun daerah menghadapi kondisi bencana dan kendala lainnya. Fokus utama tetap pada kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak sebagai fondasi generasi masa depan.
Program Sehati Bunda sendiri digagas sebagai dukungan komprehensif untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus menjadi bagian dari agenda nasional menuju kualitas hidup keluarga yang lebih baik. Pilot project ini memainkan peran penting dalam memahami dinamika lokal dan menghadirkan model layanan yang responsif berdasarkan data nyata dan kolaborasi lintas sektor.
Dengan kerja bersama yang kuat, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap langkah awal dari workshop ini akan menjadi momentum untuk mewujudkan layanan kesehatan yang tidak hanya terintegrasi di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh ibu dan keluarga di setiap desa.













