Home / Nasional / Sumatera Utara / Bupati Langkat Raih UHC Award 2026, Tantangan Fasilitas Kesehatan dan Pelayanan Masih Menjadi Fokus Utama

Bupati Langkat Raih UHC Award 2026, Tantangan Fasilitas Kesehatan dan Pelayanan Masih Menjadi Fokus Utama

28 Januari 2026
KabarRakyatNasional.id Langkat – Sumatera Utara

Kabupaten Langkat kembali mencatat prestasi penting di bidang kesehatan dengan diterimanya Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 oleh Bupati H. Syah Afandin, SH di Jakarta, Selasa (27/1/2026), yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dr. Abdul Muhaimin Iskandar. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan nasional atas komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi warganya. Namun di balik prestasi ini, kondisi fasilitas kesehatan dan tantangan pelayanan kepada masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah penting yang harus terus diatasi.

Penghargaan UHC mendorong daerah untuk memastikan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama, sehingga setiap warga mendapatkan haknya dalam layanan kesehatan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa meskipun cakupan program kesehatan terus meningkat, kondisi fisik fasilitas kesehatan di Langkat masih menghadapi kendala.

Beberapa waktu lalu, banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat berdampak signifikan terhadap infrastruktur kesehatan di sejumlah wilayah. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan dari total 7 rumah sakit, satu rusak ringan dan satu rusak berat (RSUD Tanjung Pura), sehingga layanan di rumah sakit tersebut sempat dihentikan sementara dan pasien dipindahkan ke RSU Putri Bidadari. Selain itu, dari 32 puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten, 23 unit terdampak banjir, dan puluhan pustu serta polindes juga mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan siap melayani masyarakat secara optimal masih memerlukan perhatian dan investasi lanjutan. Tidak hanya jumlah fasilitas, tetapi juga kesiapan sarana, peralatan medis, dan kemampuan respon terhadap bencana seperti banjir menjadi tantangan tersendiri. Dukungan teknis dan pendanaan dari pemerintah pusat maupun provinsi adalah bagian dari upaya memperkuat fondasi layanan kesehatan di Langkat, khususnya saat terjadi kejadian luar biasa seperti bencana alam.

Di sisi lain, dari sisi pelayanan, beragam upaya telah dilakukan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat. Layanan darurat seperti PSC 119 siaga 24 jam telah dioperasikan dengan jaringan ambulans darat, udara, dan laut, serta koordinasi di seluruh puskesmas kecamatan, untuk menjamin layanan medis cepat tanggap terhadap keadaan gawat darurat.

Dalam kesempatan menerima UHC Award 2026, Bupati Syah Afandin menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari peningkatan berkelanjutan layanan kesehatan di Langkat. Pemkab akan terus berupaya memulihkan fasilitas yang rusak pascabanjir, meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, serta memperkuat program kesehatan berbasis masyarakat agar setiap warga mendapatkan layanan yang layak, cepat, dan profesional.

“Pernghargaa ini menjadi motovasi kami untuk terus memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama atas layanan kesehatan yang layak dan berkualitas. Ini adalah bagian dari visi besar pembangunan Langkat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Afandin.

Langkat tidak hanya mengejar angka statistik, tetapi juga perubahan real di lapangan demi kesehatan dan kesejahteraan warga.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *