Home / Nasional / Sumatera Utara / BAZNAS Langkat Ringankan Beban Pelajar Terdampak Banjir di Langkat.

BAZNAS Langkat Ringankan Beban Pelajar Terdampak Banjir di Langkat.

21 Januari 2026
KabarRakyatNasional.id. Langkat – Sumatera Utara

Suasana Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (21/1/2026) pagi, terasa berbeda. Sejumlah pelajar, orang tua, dan masyarakat dan undangan hadir. Di tempat itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Langkat dan didukung Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Kota Yogyakarta, menyalurkan bantuan bagi mereka yang terdampak banjir di beberapa wilayah Langkat.

Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi ruang pertemuan antara kepedulian dan kebutuhan nyata masyarakat. Banjir yang sebelumnya melanda sejumlah kawasan di Langkat tak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan para pelajar. Melalui program ini, BAZNAS berupaya memastikan anak-anak tetap memiliki semangat untuk melanjutkan sekolah.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri Bupati Langkat Syah Afandin, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, unsur Forkopimda, para kepala OPD, Ketua MUI Kabupaten Langkat, camat, kepala sekolah, serta tokoh masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya dukungan terhadap upaya pemulihan pascabanjir.

Tak hanya untuk pelajar, BAZNAS Langkat juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial lainnya. Sebanyak 21 orang mualaf menerima bantuan pembinaan, dua unit rumah warga mendapatkan program bedah rumah, layanan bantuan kesehatan diberikan kepada masyarakat, serta satu unit kursi roda diserahkan untuk warga yang membutuhkan.

Bupati Langkat Syah Afandin dalam sambutannya mengapresiasi peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab persoalan sosial. Ia menegaskan bahwa zakat dan solidaritas sosial adalah kekuatan nyata dalam membantu masyarakat bangkit dari situasi sulit.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara lembaga sosial, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas sosial pascabencana.

Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar. Namun lebih dari sekadar kegiatan seremonial, acara ini meninggalkan pesan kuat, di tengah bencana, kepedulian dan gotong royong tetap hidup. Dan bagi para pelajar yang hadir hari itu, bantuan tersebut bukan hanya soal materi, tetapi juga suntikan semangat bahwa mereka tidak sendirian.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *